Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Mei 2010

Inilah Menteri Wanita Asal Indonesia Yang IQ-nya Hampir Menandingi Einstein

Ada berita apa saja yang mungkin sekarang ingin Anda lihat? Sebelum mulai membaca, silahkan lihat sekarang berita menarik berikut:



  1. Inilah Menteri Wanita Asal Indonesia Yang IQ-nya Hampir Menandingi Einstein
  2. Inilah Keturunan Tionghoa Yang Jadi Perwira Polisi
  3. Inilah Masa Sulit Sisi Kehidupan Ainun Habibie
  4. Inilah 11 Fakta Ainun Habibie Yang Mungkin Belum Anda Ketahui
  5. Alasan Ainun Habibi Dimakamkan Dimakam Pahlawan
Inilah Menteri Wanita Asal Indonesia Yang IQ-nya Hampir Menandingi Einstein. Mundur dari jabatan Menteri Keuangan bukan berarti tanpa aktivitas. Sambil menunggu menduduki jabatan barunya sebagai Managing Director World Bank ia memiliki kesibukan baru yakni menghadiri puluhan acara perpisahan yang digelar para koleganya.

Ada yang sedikit berbeda dengan Sri Mulyani saat menjabat sebagai Menteri Keuangan dan setelah lepas dari jabatan itu. Meski agendanya padat, namun wanita kelahiran Tanjung Karang, 26 Agustus 1962, terlihat lepas. Saat serahterima jabatan Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Agus Martowardoyo pada Sri beberapa kali mengucurkan air mata. "Karena bukan menteri keuangan saya sekarang boleh menangis. Kepada Pak Agus jangan menangis nanti rupiah terguncang," katanya.

Sebelum berangkat ke Washington pada Rabu (26/5) nanti, Senin (24/5), Sri sempat bertandang ke kantor Majalah Tempo di Jalan Proklamasi. Dalam kesempatan itu Tempointeraktif bekerjasama dengan Yahoo! Indonesia mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Sri. Beberapa pertanyaan diambil dari Yahoo! Answers.


Anda bilang bisa tertawa lepas setelah 6 tahun berada di Kementerian Keuangan dan sangat cerah ketika menyanyikan lagu Send Me The Pillow. Apakah tawaran Bank Dunia itu merupkan The Pillow yang diimpi-impikan selama ini?

(Tertawa). Saya rasa lagu Send Me The Pillow itu lagu yang merupakan lagu yang disampaikan Mas Franky Sahilatua dan menggambarkan tentang simbol bahwa seseorang, termasuk saya, manusia biasa di dalam ranah publik mungkin kita harus memerankan suatu tanggungjawab yang tegar dan kuat. Kita sebagai manusia biasa membutuhkan suatu tempat untuk bisa melepaskan emosi maupun beban itu tanpa merasa bahwa ini merupakan suatu kecengengan atau suatu kelemahan.

Jadi sebenarnya tidak ada hubungannya juga (lagu) karena di Bank Dunia bukan Pillow karena dia merupakan suatu ranah publik lain yang sifatnya internasional yang bahkan tidak akan membiarkan dan membolehkan saya untuk menjadi orang yang cengeng.

Jadi saya rasa ini adalah tantangan dan tanggungjawab baru yang harus saya laksanakan sebaik-baiknya.

Waktu membawakan lagu itu suara Anda merdu sekali. Cengkoknya bagus. Sering latihan menyanyi?

(Tertawa). Dari kecil kami dulu biasa nyanyi. Keluarga kami ini memang keluarga yang suka seni. Ada yang suka nyanyi, ada yang suka menari, melukis.

Melihat perjalanan karir Anda, sepertinya Anda ini memiliki kemampuan yang luar biasa. Berapa sih IQ Anda?
Begini. Kebetulan waktu pindahan (dari rumah dinas) saya buka-buka file lama. Saat ini saya menemukan dokumen tes IQ saya waktu SMA. Biasanya setelah lulus SMA mau masuk universitas kan kita ikut tes IQ untuk melihat bakat dan kecerdasan. Saya lihat skor IQ saya waktu itu 157. (Ini tergolong tinggi. Pelukis Rembrandt van Rijn dari Belanda IQ-nya 155, pendiri Microsoft Bill Gates 160, fisikawan Albert Einstein 160).

Tahun berapa itu?
Itu dokumen tahun 1981, waktu saya mau masuk universitas. Ya itu, saya enggak merasa pinter tuh, biasa aja rasanya. Bahkan rapor saya rasanya angkanya tidak terlalu hebat-hebat amat. Jadi mungkin kebetulan saja. (www.tempointeraktif.com)

Berita terkait :



  1. Inilah Menteri Wanita Asal Indonesia Yang IQ-nya Hampir Menandingi Einstein
  2. Inilah Keturunan Tionghoa Yang Jadi Perwira Polisi
  3. Inilah Masa Sulit Sisi Kehidupan Ainun Habibie
  4. Inilah 11 Fakta Ainun Habibie Yang Mungkin Belum Anda Ketahui
  5. Alasan Ainun Habibi Dimakamkan Dimakam Pahlawan

Inilah Keturunan Tionghoa Yang Jadi Perwira Polisi

Ada berita apa saja yang mungkin sekarang ingin Anda lihat? Sebelum mulai membaca, silahkan lihat sekarang berita menarik berikut:



  1. Inilah Menteri Wanita Asal Indonesia Yang IQ-nya Hampir Menandingi Einstein
  2. Inilah Keturunan Tionghoa Yang Jadi Perwira Polisi
  3. Inilah Masa Sulit Sisi Kehidupan Ainun Habibie
  4. Inilah 11 Fakta Ainun Habibie Yang Mungkin Belum Anda Ketahui
  5. Alasan Ainun Habibi Dimakamkan Dimakam Pahlawan
Inilah Keturunan Tionghoa yang jadi Perwira Polisi. Happy Saputra merupakan segelintir warga Indonesia keturunan Tionghoa yang menjadi perwira polisi. Sebuah pilihan yang dibentuk oleh sikap keluarganya yang tidak disibukkan oleh sebutan sebagai kelompok minoritas.

Tiga tahun lalu, kehadiran sosok Happy sebagai salah-seorang dari 300 taruna Akademi Kepolisian di Semarang angkatan 2007, sempat menyedot perhatian. Dia saat itu merupakan satu-satunya yang berlatar dari etnis Tionghoa.

Sebuah laporan media lokal saat itu menyebut kehadiran Happy itu sebagai "peristiwa langka", atau "sebuah keanehan seorang etnis Tionghoa bekerja di sektor pejabat publik". Laporan-laporan itu menyebut Law Kwan Kwang -nama lain Happy Saputra- sebagai orang Tionghoa Indonesia pertama yang masuk akademi elit kepolisian tersebut.

Padahal menurut Happy, keputusannya masuk akadami kepolisian itu tidak direncanakan jauh-jauh hari. Saat itu dia hampir menyelesaikan masa kuliah strata 1 di Universitas Bina Nusantara.

Seorang sahabatnya yang mendorong agar dia menjadi polisi. Alasannya karena "cara dia bergaul yang berbeda dengan kebanyakan etnis Tionghoa lainnya." Lainnya adalah kemampuannya dalam berbahasa Inggris dan Mandarin.

"Sahabat saya itu mengatakan 'polisi sekarang membutuhkan figur yang berbeda'. Kini menurutnya, polisi butuh pencitraan yang beda. Nggak lagi seperti dulu, berkumis atau berkacamata hitam," ungkapnya.

Walaupun merasa rendah diri, Happy akhirnya mendaftarkan diri. Sempat khawatir karena latar belakang etnisnya, Happy kemudian mampu menepis semua itu.

Dia bersama 300 orang lainnya diterima masuk akademi kepolisian yang dikenal elit itu, dari 12.000 pelamar. Dia juga patut berbangga karena perekrutan akademi kepolisian tahun 2007 itu "dianggap paling bersih dibandingkan proses rekrutmen tahun-tahun sebelumnya".

"Rekrutmen tahun 2007, segala elemen masyarakat mulai wartawan sampai LSM, boleh melihat sampai ke dalam. Mereka bisa melihat penilaian rekrutmen Akpol. Dan saya tidak terdeteksi sedikitpun bahwa 'ini orang titipan' atau 'Happy bayar ke sini untuk masuk Akpol'. Semua tidak terbukti," kenangnya.

Bahkan menurutnya, wartawan sempat mendatangi rumahnya, saat itu. Mereka mengecek kekayaan ibunya, serta meneliti siapa saja yang dikenal ayahnya.

"Ternyata tidak terbukti semua. Inilah yang membuat saya cukup berbangga hati, karena orang tua saya cuma mengeluarkan uang Rp 38.000 untuk membeli meterai tiga lembar, serta uang makan," paparnya.

Tahun lalu, Happy lulus dari akademi itu dengan nilai cemerlang bersama 20 taruna lainnya. Dia bahkan sempat mewakili Akpol untuk pertukaran pelajar ke Korea Selatan dan Jepang.

"Mama selalu bilang `kamu beda, tetapi bukan berarti berbeda'. Dalam arti tak boleh membeda-bedakan diri, walaupun kamu keturunan Tionghoa, tetapi kamu tetap harus berbaur," jelas Happy saat ditemui BBC di asrama Polda Jawa Timur di Surabaya.

Lelaki kelahiran 4 Juli 1984 ini sekarang bertugas di Polres Ponorogo, Jawa Timur, dengan pangkat Inspektur tingkat dua atau Ipda. Happy lulus cemerlang dari akademi kepolisian sebagai 20 orang lulusan terbaik. Dia sempat pula dipilih mengikuti pertukaran taruna kepolisian ke Korea Selatan dan Jepang. (*)


Happy Saputra yang punya nama lain Law Kwan Kwang, mengaku apa yang dilakoninya sekarang tidak datang dengan tiba-tiba. Nasihat sang ibu agar dia berbaur dengan warga mayoritas etnis Betawi di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Kalisari, Jakarta Timur, membuatnya tidak pilih-pilih teman.

"Saya pun berteman dengan tukang ojek (di lingkungan tempat tinggalnya), karena saya suka motor. Sehingga ketika saya dewasa, mereka tahu saya. Mereka bahkan menyebut saya 'Oh itu Si Acong anaknya Soi Song'. Mereka menyebut hal seperti itu bukan untuk menjelekkan, tapi cuma label, karena banyak panggilan saya, seperti Acong, Ahong, Encek, Cokin. Tapi saya senang," jelas Happy seraya tertawa lebar.

Happy Saputra merupakan segelintir warga Indonesia keturunan Tionghoa yang menjadi perwira polisi, sebuah pilihan yang dibentuk oleh sikap keluarganya yang tidak disibukkan oleh sebutan sebagai kelompok minoritas.

Tiga tahun lalu, kehadiran sosok Happy sebagai salah-seorang dari 300 taruna Akademi Kepolisian di Semarang angkatan 2007, sempat menyedot perhatian. Dia saat itu merupakan satu-satunya yang berlatar dari etnis Tionghoa.

"Kalau penghinaan, berarti saya akan disakiti. Tapi mereka care (perhatian) dengan saya," tandas Happy, anak ketiga dari empat bersaudara, dari pasangan Syahrial Efay dan Songgowati Tjoeng ini.

Sikap seperti ini kemudian mengantarnya masuk sekolah menengah atas negeri, yang lebih dari 85% siswanya beragama Islam dan bukan etnis Tionghoa. Di SMA Negeri 98 ini, Happy kemudian bersahabat dengan teman-teman Muslim. Salah-seorang sahabatnya itulah yang kemudian mendorongnya masuk akademi kepolisian, setelah dia meraih titel sarjana dari Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Nusantara.

Pergaulannya yang melampaui latar etnis, juga membuat Happy dan keluarganya tidak begitu khawatir ketika kerusuhan berbau etnis meledak tahun 1998 di sebagian wilayah Jakarta. Di saat kepanikan timbul melanda kelompok etnisnya, ibunya, Songgowati Tjoeng kembali menjadi sandaran Happy yang saat itu beranjak remaja. Juga teman-temannya secara tulus memberi perlindungan terhadap dirinya.

"Karena sejak kecil bermain dengan mereka, sehingga mereka tahu bahwa keluarga saya tidak seperti di media massa yang menutup diri. Dan terbukti, saat kerusuhan itu, kawasan tempat saya tinggal aman-aman saja," jelasnya.

Kendati demikian, Happy sebagai warga etnis Tionghoa mengaku pernah mengalami perlakuan diskriminatif. Dia memberi contoh sikap seorang pedagang di sebuah pasar di Jakarta Selatan yang menaikkan harga barang setelah melihat wajahnya. Juga pengalamannya, diperlakukan diskriminatif oleh seorang juru parkir.

"Kalau parkir, biasanya mereka memaksa untuk meminta lebih. Hal-hal seperti itu membuat saya sedih," katanya.

Namun Happy buru-buru menambahkan. "Tapi kembali lagi, karena konsep saya kuat, ya sudahlah saya anggap ini sebagai cerita 'lain' di Jakarta 'lain' yang harus saya pahami. Saya tak boleh menyamakan (kasus ini) dengan di Kali Besar. Suatu saat nanti saya bisa atasi semua ini," tegasnya.

Dia menambahkan langkah seperti ini juga dia terapkan di lingkungannya. Sebagai minoritas, Happy mengaku tidak mau memakai kacamata kuda dalam melihat sesuatu.

"Dalam arti hanya melihat satu sisi, seolah-seolah semua orang Indonesia sepert itu. Padahal tidak! Nah, kita harus memberitahu mereka bahwa Indonesia tidak seperti itu." (*) (TRIBUNNEWS.COM)

Ada berita apa lagi yang mungkin sekarang ingin Anda lihat? Silahkan lihat sekarang berita menarik berikut:


  1. Inilah Menteri Wanita Asal Indonesia Yang IQ-nya Hampir Menandingi Einstein
  2. Inilah Keturunan Tionghoa Yang Jadi Perwira Polisi
  3. Inilah Masa Sulit Sisi Kehidupan Ainun Habibie
  4. Inilah 11 Fakta Ainun Habibie Yang Mungkin Belum Anda Ketahui
  5. Alasan Ainun Habibi Dimakamkan Dimakam Pahlawan

Inilah Masa Sulit Sisi Kehidupan Ainun Habibie

Ada berita apa saja yang mungkin sekarang ingin Anda lihat? Sebelum mulai membaca, silahkan lihat sekarang berita menarik berikut:



  1. Inilah Menteri Wanita Asal Indonesia Yang IQ-nya Hampir Menandingi Einstein
  2. Inilah Keturunan Tionghoa Yang Jadi Perwira Polisi
  3. Inilah Masa Sulit Sisi Kehidupan Ainun Habibie
  4. Inilah 11 Fakta Ainun Habibie Yang Mungkin Belum Anda Ketahui
  5. Alasan Ainun Habibi Dimakamkan Dimakam Pahlawan

Ketika melihat buku tersebut di sebuah toko buku kecil di kota saya yang tergolong kecil pula, saya langsung menghadap ibu dan memohon agar dibelikan buku tersebut, bapak saya tak ada di rumah karena sedang bekerja di seberang pulau Sumatera di sebuah kota penghasil batu bara. Merengeklah saya ke ibu dan segeralah ibu membelikannya. Mengapa saya ngotot ingin membelinya? Tentulah generasi 90-an sudah mafhum bahwa pada waktu itu Habibie adalah seorang tokoh hebat di bidang pesawat terbang yang tak ada duanya. Tak sedikit kawan kawan di waktu kecil ketika ditanya mereka ingin jadi apa, dengan serta merta mereka menjawab, “Ingin seperti Habibie”. Maka tak salah jika A. Fuadi dalam novel Negeri 5 Menara menyangka bahwa Habibie adalah sebuah profesi.

Bu Ainun dalam buku yang saya baca tadi mengenang awal awal perkenalannya dengan BJ Habibie yang akrab dipanggil Rudy, “Kami kenal sejak kecil. Dia teman main kelereng kakak saya. Rumah kami berdekatan di Bandung. Di SLTA malah satu sekolah, hanya Rudy satu kelas lebih tinggi. Dia selalu jadi siswa paling kecil dan paling muda di kelas, begitu juga saya. Guru guru dan teman acapkali berkelakar menjodoh jodohkan kami. Yah, gadis mana yang suka diperolok demikian?”.

Namun takdir berkata lain, olok olok itu menjadi kenyataan di kemudian hari, dan terbukti mereka pun menikah. Pasca menikah, Bu Ainun dan Pak Habibie segera bergegas menuju Jerman guna melanjutkan pendidikan doktornya di Aachen setelah sebelumnya menggondol gelar insinyur dengan nilai cum laude rata rata 9.5. Tanggal 27 Juli 1965 Habibie meraih Doktor Ingenieur dengan disertasi bertajuk Bietrag zur Temperaturbeanspruchung der Orthotropen. Nilai rata rata yang dicapai oleh Habibie tentu saja summa cum laude rata rata 10.

Di awal awal kepindahan ke Jerman adalah masa masa sulit bagi pasangan muda ini. Habibie mesti membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Gaji dari bekerjanya hanya 600 DM atau sekitar Rp. 180.000,- sebulan, itu pun mesti dipotong oleh sewa pavilyun yang tergolong mahal sebesar 300 DM. Dengan sisa 300 DM itulah mereka mesti mencukup cukupkan diri melakukan survive di negeri orang. Bu Ainun juga bekerja di salah satu rumah sakit anak dan tak jarang mesti “Saya menjahit sendiri baju kantor dan baju sehari hari”.

Dengan berterus terang-saya mengutipnya dari buku B.J Habibie: Mutiara dari Timur, Habibie menyebut istrinya ini sebagai “Isteri, pendamping, partner, kawan karib, penasihat, dan pemberi ilham”. Kata mutiara yang pernah diucapkan oleh Bu Ainun adalah “Kalau isteri banyak ngomel, rewel, dan cerewet, suami jadi tidak luwes bergaul. Akhirnya tidak bisa maju dalam pekerjaan. Sedapat mungkin suami harus bebas dari keruwetan rumah tangga agar bisa leluasa berpikir tentang pekerjaan”.(regional.kompasiana.com)



Ada berita apa lagi yang mungkin sekarang ingin Anda lihat? Silahkan lihat sekarang berita menarik berikut:


  1. Inilah Menteri Wanita Asal Indonesia Yang IQ-nya Hampir Menandingi Einstein
  2. Inilah Keturunan Tionghoa Yang Jadi Perwira Polisi
  3. Inilah Masa Sulit Sisi Kehidupan Ainun Habibie
  4. Inilah 11 Fakta Ainun Habibie Yang Mungkin Belum Anda Ketahui
  5. Alasan Ainun Habibi Dimakamkan Dimakam Pahlawan

Inilah 11 Fakta Tetang Ainun Habibi Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Ada berita apa saja yang mungkin sekarang ingin Anda lihat? Sebelum mulai membaca, silahkan lihat sekarang berita menarik berikut:



  1. Inilah Menteri Wanita Asal Indonesia Yang IQ-nya Hampir Menandingi Einstein
  2. Inilah Keturunan Tionghoa Yang Jadi Perwira Polisi
  3. Inilah Masa Sulit Sisi Kehidupan Ainun Habibie
  4. Inilah 11 Fakta Ainun Habibie Yang Mungkin Belum Anda Ketahui
  5. Alasan Ainun Habibi Dimakamkan Dimakam Pahlawan
Inilah fakta tentang Ibu Ainun Habibie yang mungkin belum Anda ketahui . Fakta-fakta ini menguak beberapa sudut kehidupan Ainun Habibie yang mungkin akan mengobati rasa penasaran Anda. Dan Anda menjadi lebih kenal siapa sebenarnya Ainun Habibie.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKA47sm-Lf9QMBw4DQEbyQy19Xa9oshZXtXCKc6ruOGdejYCkEYhrG7N9fF8c4MCVDFdAJMO3bGDdJUimCDggbWkqs9HSqYE-7cgKbKIvcYpfIvq7JoRqTUUHQ2K37P4bsojW1RGJM4ik/s1600/20Ainun-Habibie.jpg
1. Hidupnya sederhana meskipun untuk hidup mewah sangat bisa bagi beliau

Meski pernah menyandang status Ibu Negara saat suaminya, Prof Dr Ing Ir Bacharuddin Jusuf Habibie, menjabat Presiden ke-3 RI, dr Hasri Ainun Habibie tetap tampil low profile. Hasri menjadi Ibu Negara dari tahun 1998 hingga 1999.

2. Anak Ke-4 Dari 8 Bersaudara
Hasri Ainun Habibie lahir di Semarang, 11 Agustus 1937. Dia merupakan anak ke empat dari delapan bersaudara keluarga H Mohammad Besari yang beralamat di Jalan Ranggamalela 21 Bandung.

3. Hasri Ainun Berati mata yang indah

Setiap nama mengandung arti tersendiri. Bagi hasri Nama Hasri Ainun kurang lebih berarti mata yang indah.

4. Hasri Ainun kuliah di Fakultas Kedokteran di Jakarta

5. Pernah bekerja di Rumah Sakit Cipto mangunkusumo

Ainun Habibie pernah bekerja di Rumah Sakit Cipto mangunkusumo, Jakarta. Tinggalnya saat itu di Asrama Belakang RSCM di Jalan Kimia.

Ainun Habibie menikah dengan BJ Habibie pada tanggal 12 Mei 1962, berbulan madu di Kaliurang Yogyakarta, Bali dan dilanjutkan di Ujung Pandang. Dari pernikahannya itu, Ainun Habibiedikaruniai dua orang anak, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

6. Mengidap Peyakit penyakit bronchitis akut dan lemah jantung hingga wafatnya
Pada tanggal 24 Maret 2010, Ainun Habibie masuk ke rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro`hadern, Munchen, Jerman dan telah menjalani sembilan kali operasi. Empat dari sembilan operasi tersebut merupakan operasi utama sedangkan sisanya merupakan eksplorasi.(kompas.com)

Ainun Habibie mengidap penyakit bronchitis akut dan lemah jantung hingga wafatnya.(tempointeraktif.com). Ainun juga mengidap kanker usus besar. (news.id.msn.com)

7. Aktif Dalam Kegiatan Sosial Saat Jadi Pejabat Atau pun sesudahnya
"Saya merasakan itu, bagaimana perjuanngan (almarhumah). Saya melihat almarhumah yang luar biasa dan itu tidak hanya saat menjabat, tetapi sesudah menjabat. Ainun juga aktif dalam kegiatan sosial," ujar Hamzah, Selasa (25/5/2010). (news.id.msn.com)

8. Mendukung Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar menyatakan kekagumannya terhadap almarhumah Hasri Ainun Habibie, terutama soal konsentrasinya pada perjuangan perempuan.

"Dia teman Ibu saya. Perjuangan dia harus diteruskan. Beliau sempat menyampaikan khususnya untuk pemberdayaan perempuan harus ditingkatkan. Terutama kesetaraan gender, beliau berharap ini senantiasa terjaga," ujarnya saat melayat almarhumah Ainun Habibie di rumah duka, Selasa (25/5/2010). (news.id.msn.com)

9. Beliau Istri Yang Romatis

Lontaran bernada kagum dan pujian terus berdatangan dari sejumlah tokoh yang pernah dekat dengan almarhumah Hasri Ainun Habibie. Salah satunya dari mantan Panglima ABRI era Presiden Habibie, Wiranto.

"Beliau seorang pendamping yang baik. Dalam arti memberi support sepenuhnya kepada Pak Habibie dengan cara yang sangat arif. Sehingga posisi beliau sebagai pedamping saat itu, sebagai Ibu Negara, sungguh kita hormati," katanya di rumah duka, Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Selasa (25/5/2010).

"Beliau bisa memberikan kesejukan dalam nuansa yang penuh kekeluargaan. Kehadiran beliau bisa memberikan kedamaian dalam keluarga," puji Ketua Umum Partai Hanura ini.

Wiranto mengaku, banyak kenangan bersama Ainun saat mendampingi Habibie sebagai Presiden pada era reformasi yang cukup sulit saat itu. (news.id.msn.com)

10. Istri Yang Sangat Memperhatian Keluarga

Mantan Wakil Presiden RI periode 2004-2009 Jusuf Kalla memiliki kesan yang mendalam terhadap sosok almarhumah Hasri Ainun Habibie yang sangat memperhatikan keluarga.

"Beliau adalah ibu yang menjadi dambaan yang sangat lemah lembut, perhatian terhadap keluarga," katanya yang ditemui di rumah duka, Jakarta, Selasa, setelah memberikan ucapan belasungkawa terhadap BJ Habibie dan keluarga.

Jusuf Kalla yang didampingi ny Mufidah Kalla, mengatakan ibu Ainun dikenal sebagai pribadi yang mengagumkan, mampu mendidik anak-anaknya dengan baik dan mampu menjadi contoh bagi keluarga.

Menurut dia, keluarga BJ Habibie adalah keluarga yang harmonis. JK melihat BJ Habibie sebagai seseorang yang sangat mencintai istrinya.(id.news.yahoo.com)

11. Menjahit sendiri baju kantor dan baju sehari hari

Pasca menikah, Bu Ainun dan Pak Habibie segera bergegas menuju Jerman guna melanjutkan pendidikan doktornya di Aachen setelah sebelumnya menggondol gelar insinyur dengan nilai cum laude rata rata 9.5. Tanggal 27 Juli 1965 Habibie meraih Doktor Ingenieur dengan disertasi bertajuk Bietrag zur Temperaturbeanspruchung der Orthotropen. Nilai rata rata yang dicapai oleh Habibie tentu saja summa cum laude rata rata 10. Di awal awal kepindahan ke Jerman adalah masa masa sulit bagi pasangan muda ini. Habibie mesti membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Gaji dari bekerjanya hanya 600 DM atau sekitar Rp. 180.000,- sebulan, itu pun mesti dipotong oleh sewa pavilyun yang tergolong mahal sebesar 300 DM. Dengan sisa 300 DM itulah mereka mesti mencukup cukupkan diri melakukan survive di negeri orang. Bu Ainun juga bekerja di salah satu rumah sakit anak dan tak jarang mesti “Saya menjahit sendiri baju kantor dan baju sehari hari”.(regional.kompasiana.com)



Ada berita apa lagi yang mungkin sekarang ingin Anda lihat? Silahkan lihat sekarang berita menarik berikut:



  1. Inilah Menteri Wanita Asal Indonesia Yang IQ-nya Hampir Menandingi Einstein
  2. Inilah Keturunan Tionghoa Yang Jadi Perwira Polisi
  3. Inilah Masa Sulit Sisi Kehidupan Ainun Habibie
  4. Inilah 11 Fakta Ainun Habibie Yang Mungkin Belum Anda Ketahui
  5. Alasan Ainun Habibi Dimakamkan Dimakam Pahlawan

Alasan Ainun Habibi Dimakamkan Di Makam Pahlawan

Ada berita apa saja yang mungkin sekarang ingin Anda lihat? Sebelum mulai membaca, silahkan lihat sekarang berita menarik berikut:



  1. Inilah Menteri Wanita Asal Indonesia Yang IQ-nya Hampir Menandingi Einstein
  2. Inilah Keturunan Tionghoa Yang Jadi Perwira Polisi
  3. Inilah Masa Sulit Sisi Kehidupan Ainun Habibie
  4. Inilah 11 Fakta Ainun Habibie Yang Mungkin Belum Anda Ketahui
  5. Alasan Ainun Habibi Dimakamkan Dimakam Pahlawan

Mengapa Ainun Habibie dimakamkan di taman makan pahlawan? Pertanyaan ini mungkin menggoda Anda untuk ditemukan jawabannya.

Kabar duka kembali lagi menyelimuti wajah indonesia setelah kepulangan tokoh-tokoh publik seperti, pak harto, Gusdur kini giliran Istri mantan Preiden BJ. Habibie.

Istri Mantan Presiden BJ Habibie, Hasri Ainun Habibie akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Hal ini dilakukan untuk menghormati jasa almarhumah sebagai ibu negara.

Menurut Direktur Habibie Center, Ahmad Watik Pratiknya, Ainun Habibie pernah menerima dua bintang jasa. Pertama, bintang republik Indonesia kelas dua karena pernah menjabat sebagai ibu negara dan bintang mahaputra adi pradana.

"Atas alasan itulah, ibu dimakamkan di Kalibata," ucapnya pada wartawan di rumah duka, Jl Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Minggu (23/5/2010) dini hari.

Rencananya, pemakamakan akan digelar pada hari Rabu tanggal 26 Mei 2010. Keluarga akan menjemput jenazah dengan pesawat kepresidenan dan akan berangkat hari ini.(detiknews.com)

Ada berita apa lagi yang mungkin sekarang ingin Anda lihat? Silahkan lihat sekarang berita menarik berikut:


  1. Inilah Menteri Wanita Asal Indonesia Yang IQ-nya Hampir Menandingi Einstein
  2. Inilah Keturunan Tionghoa Yang Jadi Perwira Polisi
  3. Inilah Masa Sulit Sisi Kehidupan Ainun Habibie
  4. Inilah 11 Fakta Ainun Habibie Yang Mungkin Belum Anda Ketahui
  5. Alasan Ainun Habibi Dimakamkan Dimakam Pahlawan

Minggu, 03 Mei 2009

Kontroversi Meriam Belina




Kontrovesi Hubungan Meriam Belina Dengan Hotman
Kabar kedekatan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dengan artis seksi Meriam Belina ternyata bukan hanya sebuah isu. Pasalnya, Hotman terlihat mengantar Meriam dengan mobil mewah Bentley berwarna hitam bernopol B 666 HO ke lokasi syuting film LOVE AND EDELWEIS di Perumahan Setiabudi Regency, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (2/5).

Namun sayang setelah mengantar Meriam, mobil Hotman langsung berbalik arah. Pengemudinya sendiri menutupi wajahnya. Wartawan yang mengetahui kehadiran Hotman langsung mencecar Meriam dengan pertanyaan seputar kedekatan dirinya dengan pengacara eksentrik tersebut.

Namun Meriam membantah bahwa dirinya diantar oleh Hotman. Menurutnya, Hotman tidak bermain di film tersebut. "Hotman Paris tidak main di film ini, dia tidak di-calling, jadi ngapain di sini," ujar Meriam.

"Untuk apa klarifikasi, tidak ada yang perlu diklarifikasi, mungkin dia hanya sebagai cameo di sini," sambungnya. (selebriti.kapanlagi.com)

Hotman Tawarkan 500 miliar
Gosip soal Hotman Paris Hutapea dan Meriam Belina yang merebak beberapa waktu lalu ditanggapi biasa saja oleh pengacara jempolan Indonesia ini. Namun Hotman tidak mengharapkan gosip ini berlanjut, malahan dia mengancam bakal mengirim infotainment ke Nusa Kambangan kalau sampai gosip ini tetap beredar.

Saat ditanya soal perkembangan hubungan dengan Meriam Belina, Hotman malah mengeluarkan ancaman pada infotainment. "Kepada seluruh infotainment bersiap-siaplah saya kirim ke Nusa Kambangan. Karena kalian telah menyebarkan berita bohong dan fitnah kepada 300 juta penduduk Indonesia," terang pengacara kondang ini yang dijumpai usai sidang Marcella Zalianty di PN Jakarta Pusat, Senin (13/4).

Sambil bergurau, Hotman menegaskan kembali bahwa isu itu tidak benar sama sekali. "Saya pernah menawarkan 50 miliar kepada infotainment untuk membuktikan kalau Meriam Belina hamil tujuh bulan. Dan ternyata nggak ada yang mampu, makanya sekarang saya akan menggunakan 50 miliar itu untuk membeli semua perusahaan infotainment, membubarkannya dan mengirim kalian-kalian ke penjara Nusa Kambangan, kalau disetujui hukum," ujarnya.

Namun meski gigih menepis gosip pernikahan, Hotman tidak menutupi kekagumannya pada Meriam, "Itu juga tidak benar, tidak ada kawin. Tapi Meriam Belina adalah wanita tercantik yang aku kenal di dunia ini," tambahnya (selebriti.kapanlagi.com)


Hotman Paris Ayah Bayi Meriam Belina?

Belakangan muncul kabar, bahwa artis senior Meriam Belina tengah mengandung janin lima bulan. Disebut-sebut pengacara Hotman Paris Hutapea sebagai pria yang bertanggung jawab atas kehamilan tersebut.

Menanggapi berita tersebut, pengacara yang tengah mendampingi sidang kasus Marcella Zalianty itu menolak berita tidak berdasar itu. Menurutnya, media hiburan telah membuat berita bohong, demi sebuah sensasi belaka.

"Infotainment telah membuat berita yang sangat super bohong, ini cuman sensasi," tegasnya usai mendampingi persidangan Marcella Zalianty di PN Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

Meriam Belina sendiri menurut Hotman, sekarang ini sedang mengikuti senam aerobik yang kadarnya lebih berat dari latihan aerobik biasa. Sehingga tidak mungkin kalau perempuan yang sudah dua kali menjanda itu dalam kondisi hamil. Apalagi untuk kehamilan usia lima bulan.

"Apalagi kehamilan dengan usia lima bulan, dia sudah tiga bulan ikut senam itu. Jadi berita ini cuman sensasi dan main-main, tidak benar," tegasnya membantah.(selebriti.kapanlagi.com)


Kontroversi Julia Perez




Kisah Kontroversial dengan Pemain Sepak Bola
Pesepakbola Gaston Castano yang tengah dekat dengan artis Julia Perez digosipkan sudah pernah menikah. Namun Jupe yang tak menampik hubungan khususnya dengan Gaston meyakini, pria asal Argentina itu masih perjaka.

"Nggak papalah Gaston masih perjaka kalau dia memang mau sama janda. Tapi gue yakin kok Gaston masih perjaka," ujar Jupe saat ditemui di Jl Mampang Prapatan XVI, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2009).

Untuk lebih meyakinkan pernyataannya itu, Jupe mengaku ia sudah mengecek tentang identitas Gaston. Dari data PSSI, diketahui penyerang klub Persiba itu belum pernah menikah ataupun memiliki anak.

Kalaupun ternyata nantinya Gaston diketahui sudah memiliki anak tanpa nikah, Jupe akan tetap menerimanya. Ia tak peduli cowok ganteng itu punya 200 atau 700 anak.

"Lagian siapa juga yang mau nikah, orang aku berteman baik kok," tandasnya. (detikhot.com)

Kemben Melorot Jupe
Kejadian memalukan hampir saja menimpa Julia Perez ketika ia tengah menghibur pengunjung di Tanah Abang pekan lalu. Bintang seksi ini hadir dalam rangkaian Sabtu Ceria yang diadakan pusat grosir Blok A dan Blok B Pasar Tanah Abang. Selain Jupe, begitu kerap disapa, tampak pula Tukul Arwana.

Saat itu wanita yang sedang bermasalah dengan suaminya, Damien Perez, menyanyikan lagu Kuda Lumping. Karena ingin terlihat enjoy, Jupe pun melompat-lompat di depan pengunjung yang dibatasi pembatas. Alhasil begitu kemben yang dipakai hendak turun, tangan Jupe pun langsung menarik kembali. Peristiwa ini disaksikan puluhan pasang mata.

"Aduh, nyaris aja kemben gue turun saking panasnya," kata Jupe tersenyum pada penonton sembari membetulkan kemben.

Aksi panggung Jupe cukup mendapat sambutan. Hal tersebut ditandai dengan bertahannya para pengunjung kendati mereka berdiri. Keringat pun mengucur deras dari dahinya. (selebriti.kapanlagi.com)


Hubungan Jupe Dengan Pemain Sepak Bola

Walau hubungan antara Julia Perez dengan pemain sepak bola Gaston Castano masih tahap pertemanan, namun sepertinya bakal menghadapi kendala. Pasalnya, ibunda Jupe sangat tidak suka dengan pesebakbola.

Usut punya usut, pengalaman masa lalu yang membuat Bunda Jupe, begitu ibunda Jupe akrab disapa, membenci pemain olah raga sepak bola itu. Tapi Jupe tak merasa khawatir jika hubungan dirinya dengan Gaston mendapat tentangan dari sang bunda.

"Mama tahu saya sukses berkat doanya. Jadi masa sih gara-gara pacaran dengan pemain bola mama minta saya putusin. Nggak mungkin. Kalau nggak mau dengan pemain bola saya suruh Gaston jadi pemain bekel aja," katanya lalu tertawa saat ditemui di Blok A Pasar Tanah Abang, Sabtu (25/4) sore.

Di kesempatan itu Jupe juga menceritakan kenapa ibunya sampai membenci pemain bola.

"Ceritanya sudah lama. Dari tulang rusuknya Mama benci sekali dengan pesepakbola karena dulu Papa pemain bola dan kami ditinggal. Saat itu saya masih kecil," urainya panjang lebar. ((selebriti.kapanlagi.com))


Kontroversi Kematian Suzanna Penuh Mistis




Boleh dibilang kematian Suzanna merupakan kematian artis yang paling membuat bulu kuduk meremang. Tampaknya, imej 'ratu horor legendaris' yang melekat pada diri Suzanna berpengaruh pada munculnya aura mistis pasca kematiannya.

Istri Clift Sangra ini wafat dalam usia 66 tahun pada Rabu, 15 Oktober pukul 23.15 WIB di Magelang, Jawa Tengah. Suzanna meninggal karena penyakit diabetes yang telah lama diidapnya.

Sebelum meninggal, perempuan yang gemar melahap bunga melati itu terlebih dahulu dirawat di Rumah Sakit Harapan, Magelang, Jawa tengah, selama lima hari. Pada saat menghembuskan napas terakhir, artis berdarah Belanda itu tidak meninggalkan pesan apapun untuk suami dan anak-anaknya.

Aktris yang telah membintangi 42 judul film ini kemudian dimakamkan di Pemakaman Umum Giriloyo, Magelang, pada Kamis (16/10/2008) pukul 10.30 WIB, dengan diantarkan seluruh keluarga besar dan sanak saudara.

Salah satu cerita berbau mistik seputar kematian wanita dengan nama lengkap Suzanna Martha Frederika van Osch ini adalah pelarangan orang lain melihat jenazahnya.

Clift beralasan, hal itu dilakukan karena keluarga membutuhkan suasana tenang. Tidak seperti pemakaman pada umumnya, pada saat ratu horor ini dimakamkan, hanya dihadiri orang-orang terdekat saja, yakni suami, anak, pembantu serta perwakilan dari RT dan RW setempat. (celebrity.okezone.com)



Kontroversi Kematian Sophan Sophian




Selebriti sekaligus mantan politikus PDIP Sophan Sophian meninggal dalam perjalanan konvoi sepeda motor besar bertema 'Touring Merah Putih', di perbatasan Ngawi (Jawa Timur)-Sragen (Jawa Tengah) sekira pukul 10.00 WIB, pada Sabtu, 17 Mei 2008.

Saat itu, aktor senior ini memimpin rombongan sepeda motor gede (moge). Mendadak sepeda motor yang ditunggangi Sophan terjatuh saat melintasi lubang di salah satu ruas jalan.

Rekan-rekan korban kemudian menghubungi petugas dan rumah sakit terdekat. Sophan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Sragen. Tapi, sebelum mendapat pertolongan medis di rumah sakit, tokoh PDIP yang dikenal vokal ini tewas.

Suami Widyawati ini mengalami pendarahan paru-paru sehingga parunya tidak bisa mengembang. Beberapa tulang rusuk kiri patah dan tulang di sekitar leher juga patah. Sementara, sepeda motor yang dikendarai korban tidak mengalami kerusakan berarti.

Kepergian ayah dua anak ini untuk selamanya ternyata mengundang kontroversi. Pasalnya, Sophan diduga meninggal bukan karena terjatuh, melainkan karena dilindas moge di belakangnya.

Dua Jenderal disebut-sebut sebagai orang yang melindas Sophan hingga akhirnya tewas. Dalam iring-iringan moge, dua Jenderal tersebut berada di belakang Sophan. Mereka yakni mantan Kapolri Jenderal (Purn) Roesmanhadi dan mantan pejabat Dephan Marsekal Muda (Purn) Pieter Wattimena.

Widyawati sendiri meyakini kematian suaminya tersebut bukan meninggal karena kecelakaan tunggal, melainkan karena dilindas bikers lainnya. Wanita yang tetap cantik di usia tua itu memperoleh bukti baru. Namun, dia enggan memaparkannya di muka publik. (celebrity.okezone.com)



Kontroversi Dewi Persik




Hari Selasa, 21 Oktober 2008 menjadi hari istimewa bagi Artis Dangdut bernama asli Dewi Muria Agung. Pasalnya, untuk pertama kali dalam hidup, si Ratu Gergaji Dewi Persik, mendapat Award dari tayangan infotainment kenamaan. Dewi Persik mengaku bahwa sejak lama dia berharap dan hanya bisa bermimpi untuk menerima sebuah trofi Award.

Dan, benarkah beribu pencekalan goyangan, gosip panas rumah tangga dan kisah cintanya serta perseteruan sengit yang memenuhi hari-harinya itulah yang membuat Dewi Persik keluar menjadi pemenang Award?

Dimulai dari goyangan gergaji, nama Dewi Persik mulai naik daun di dunia dangdut indonesia, ditambah lagi keputusan menikah muda dengan sesama penyanyi dangdut yang notabene lebih senior darinya, Saipul Jamil, membuat Dewi Persik mulai dikenal masyarakat umum. Pelan namun pasti Dewi Persik mulai merambah dunia keartisannya. Tak lagi hanya menjadi seorang penyanyi dangdut, Dewi Persik melebarkan sayap ke tayangan sinetron televisi, layar lebar, presenter, kolaborasi dengan artis pop, dan lain sebagainya.

Ya, dengan 1 sinetron, 3 film layar lebar berjudul Tali Pocong Perawan, Tiren, dan yang terbaru Kutunggu Jandamu, Presenter acara dewa-dewi, dan kolaborasi dengan Aldiansyah Taher serta Glenn Fredly, Dewi Persik layak mendapat applaus. Meski beribu pencekalan oleh berbagai daerah dan instansi tak lepas pula ikut mendongkrak popularitas Dewi Persik.

Masih segar dalam ingatan tatkala Gonjang-ganjing rumah tangga Dewi Persik ramai menjadi pembicaraan. Mulai dari sang suami, Saiful Jamil, yang mentalak lewat sms dengan alasan pakaian seksi dan goyangan eksotis serta keengganan Dewi menggunakan jilbab hingga putusan cerai yang terjadi. Tak berhenti di situ, sikap plin-plan Saiful yang ber-umrah untuk Dewi, berkata jujur masih menyimpan cinta hingga kembali mendekati kehidupan Dewi Persik membuat berita mengenai Dewi Persik tak pernah surut.

Jangan lupa pula dengan lontaran kata-kata amarah, emosi dan temperamental namun merupakan sebuah kenyataan yang dilontarkan Dewi Persik saat berseteru dengan Andy Soraya, lawan main di film Kutunggu Jandamu di bulan Ramadhan kemaren. Juga ketika berhadapan dengan HIPMI. Ya, Dewi yang sadar betul sifat temperamental yang membuatnya selalu meledak-ledak setiap menanggapi wawancara menyanggupi untuk instropeksi diri.

Belum lagi kisah cinta segitiga Dewi Persik dengan 3 orang pria yang mengelilingi hidupnya, Saipul Jamil-Aldiansyah Taher-Ferry Farid Yusuf tetap menempatkan Dewi Persik menjadi langganan tayangan gosip televisi. (oktavita.com)




Artis-artis Diselimuti Misteri dan Kontroversi




Lima artis yang diselimuti misteri dan kontroversi itu mengundang banyak penasaran jutaan pasang mata. Kisah mereka cukup menyedot perhatian publik. Media-media menayangkan mereka karena peristiwa yang dialaminya mampu menjadi magnet bagi pemirsa untuk manteng di Televisi.

Artis - artis ini antara lain yaitu Dewi Persik , Julia Perez , Meriam Belina , Sophan Sopiah , Suzzana.

Dewi Persik sangat kontroversi dengan goyangangan dan tampilan panggungnya, status pernikahannya dan kasus-kasus hukum dengan mantan orang-orang terdekatnya.

Julia Perez sangat kontroversi dengan Iklan albumnya yang menyertakan KONDOM, status perkawinanya dan foto-foto seronoknya dengan salah satu pemain bola.

Meriam Belina sangat kontroversi dengan isu kehamilannya dan isu pernikahannya dengan salah satu pengacara handal Indonesia.

Sophan Sopiah sangat kontroversi dengan kisah kematiannya yang hingga kini belum terkuak peristiwa sebenarnya.

Suzzana sangat kontroversi dengan akhir hidupnya yang begitu kental dengan nuansa mistis dan rekaman wasiatnya yang membuat anak-anaknya geram.


5 Artis Penuh Kontroversi

Lima artis ini terhitung sangat kental dengan kisah hidupnya yang penuh kontroversi sehingga menyedot perhatian publik. Mediapun ramai-ramai menayangkan berita mereka. Diantaranya adalah ,beragam sanggahana atau alasan dikeluarkan oleh beberapa di antara mereka atas kejadian yang di alaminya karena sangat memojokkan mereka.



---------------------------------------------------------------------------------
Mohon maaf sebelum dilanjutkan "Lounching : ebook gratis terbaru yang mungkin ya belum anda miliki? Segera dapatkan dan klik disini.....jika anda ingin sekilas gambaran ebook gratis ini yang so..pasti membuat anda tergoda, silahkan klik sekarang disini.
---------------------------------------------------------------------------------

Untuk menguak tabir lima artis penuh kontroversial tadi, silahkan klik sini.



Minggu, 12 April 2009

Tim SUKSES BUNUH DIRI




Kalah dalam pemilihan ternyata tak hanya berdampak pada Caleg itu sendiri. Tim Sukses (TS) Caleg pun bisa stres bahkan mengakhiri hidupnya. Itu dibuktikan Muhammad Iqbal (28), TS seorang Caleg yang kalah.

Lelaki yang menetap di Jalan Eka Surya, Gang Pribadi, Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor ini nekat gantung diri di kediamannya, kemarin (10/4). Info dihimpun POSMETRO MEDAN, Iqbal stres usai Caleg jagoannya kalah ditambah istrinya, Netty br Gultom, yang kabur dari rumah karena tak tahan dengan tabiat Iqbal yang jarang pulang ke rumah selama musim kampanye kemarin.

Iqbal adalah TS seorang Caleg untuk DPRD Medan. Sejak dua bulan lalu dia aktif menjadi TS Caleg sebuah Parpol. Karena kesibukan sebelum dan saat kampanye. Lelaki dengan pekerjaan serabutan ini dikabarkan sering tak pulang ke rumah untuk ngurus kemenangan Caleg jagoannya. Karena itu, dia acap bertengkar dengan istrinya.

Puncaknya, Netty diam-diam meninggalkan rumah. Bahkan, dua anaknya ditinggalkannya bersama Iqbal. Sejak itulah Iqbal uring-uringan. Ia dilaporkan makin stress menyusul Caleg yang diusungnya kalah dalam pemilihan. Kemarin, Iqbal akhirnya bertindak nekat. Dia mengakhiri hidup dengan gantung diri di rumahnya.

Awalnya, jasad Iqbal ditemukan adiknya, Ade Wulansari. Ade mendapati tubuh kakaknya tergantung dengan seutas tali nilon di dapur rumahnya. Sebuah kursi tergeletak di sampingnya. Diperkirakan, Iqbal naik ke kursi lalu menendangnya untuk memuluskan aksi bunuh diri. Temuan itu sontak menggemparkan warga di sana. Ade berteriak histeris saat sejumlah warga berniat menunaikan Sholat Jumat.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Delitua. Polisi lalu turun ke TKP bersama tim identifikasi. Selain jasad Iqbal, ditemukan juga surat wasiat buat Netty, istri Iqbal. “Korban kecewa pada istrinya karena pergi begitu saja meninggalkannya dan anak-anaknya,” ungkap Iptu Aron Siahaan, Kasat Reskrim Polsek Delitua.

Menurut Iptu Aron, usai mendapat laporan, pihaknya langsung ke TKP dan menemukan sebuah surat wasiat yang berisikan pengakuan kekesalan Iqbal atas kepergian istrinya. “Dari keterangan adiknya sudah jelas kalau korban sangat frustasi dan kerap uring-uringan dengan kaburnya istrinya dengan meninggalkan 2 buah hati mereka. Soal indikasi lain tidak ada, korban tewas akibat bunuh diri,” tandas Aron.

Usai diidentifikasi, jenazah Iqbal yang semula akan dievakuasi ke RS Pirngadi Medan guna diautopsi akhirnya gagal karena pihak keluarga menolak. Mereka meyakini tidak ada unsur lain penyebab kematian Iqbal, selain bunuh diri. Akhirnya jenazah Iqbal disemayamkan di rumah duka. (tidakmenarik.wordpress.com-11 April 2009)


Daftar Caleg-Caleg Stres




Prediksi akan banyak Caleg-Caleg STRES paska pemilu ternyata bukan omong kosong. Beberapa kabar sudah sampai ketelinga publik bahwa CALEG STRES sudah bermunculan di berbagai daerah. Bahkan tidak hanya stres. Ada juga yang Depresi, Gila, bahkan MENINGGAL DUNIA.

Dilihat dari biaya kampanye saja (Belum termasuk BAGI_BAGI UANG), sebagaimana dikatakan kompas.com-Minggu, 5 April 2009 bahwa Caleg DPR rata-rata butuh sekitar Rp 1 miliar. Caleg DPRD provinsi perlu Rp 500-an juta, sedangkan DPRD kabupaten/kota lebih kurang Rp 200 juta.

Karenanya wajar jika mereka jadi gila bahkan meninggal.

Diantara beberapa CALEG STRES dan MENINGGAL antara lain :
  1. Ni Putu Lilik Heliawati (45), caleg nomor tiga Partai Hanura (BALI)
  2. TIM SUKSES (TS) : Iqbal (TS Medan) BUNUH DIRI
  3. Caleg Dari TANGGERANG
  4. Caleg Dari MAKASAR
  5. Caleg Dari GARUT
  6. Caleg asal Kec SUKAWENING



CALEG DAGANG JANJI, Masyarakat DAGANG SUARA



Kompetisi merebut kursi legislatif dalam Pemilu 9 April nanti sungguh sengit. Dengan sistem pemilihan berdasar suara terbanyak, setiap calon anggota legislatif (caleg) harus bersaing dengan sesama caleg satu partai serta partai lain lewat kampanye yang mahal. Apa yang bisa diharapkan dari hajatan politik semacam ini?

Banyak orang bilang, Pemilu 2009 ini memang agak edan, setidaknya dilihat dari jumlah peserta yang bengkak. Bayangkan saja, pemilu ini bakal melibatkan 38 partai nasional dan enam partai lokal di Aceh. Ada 11.301 caleg DPR, 1.116 caleg DPD, puluhan ribu caleg DPRD provinsi, dan ratusan ribu caleg DPRD kabupaten/kota yang bertanding meraih kursi.

Dengan peserta begitu banyak, pemilu kali ini jadi mirip perayaan. Namun, ini perayaan yang ketat karena diperkirakan ada sejuta lebih caleg yang bertarung memperebutkan total 18.440 kursi legislatif tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan DPD. Untuk menang, mereka mesti berjuang keras meraih simpati pemilih lewat kampanye, kalau perlu dengan menggelontorkan uang besar.

Hawa panas kompetisi tercium jauh-jauh hari. Data Litbang Kompas mencatat, demi mencari dana kampanye, sebagian caleg nekat ambil jalan pintas. Di Banten, Januari lalu, misalnya, caleg DPRD Kabupaten Pandeglang, Romdoni (31), ditangkap polisi karena menggandakan uang. Bersama komplotannya, dia menggasak uang Rp 56 juta, yang katanya untuk biaya sosialisasi.

Sebulan kemudian, caleg DPRD Lebak, Ujang Zaenal Abidin (40), juga dicokok polisi. Lelaki ini diduga mendalangi penjarahan kebun kelapa sawit. Saat diperiksa, dia mengaku hasil jarahan itu untuk ongkos kampanye.

Pada musim kampanye terbuka akhir Maret sampai awal April ini, makin banyak caleg yang mengeluarkan jurus-jurus kepepet. Sebagian caleg DPRD Kediri terang-terangan pinjam uang Rp 75 juta hingga Rp 100 juta dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sejumlah caleg asal Palembang, Sumatera Selatan, ramai-ramai jual mobil dan rumah. Beberapa dari Bogor, Jawa Barat, dan Pamekasan, Jawa Timur, menggadaikan barang berharga, seperti tanah dan perhiasan.

”Saya terpaksa menggadaikan sertifikat rumah dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) mobil sedan,” kata Ali Wasiin, caleg DPRD Kabupaten Nganjuk dari PKB. Pengusaha agrobisnis itu sudah menghabiskan Rp 200-an juta untuk kampanye.

Seorang caleg DPR Kabupaten Bantul, sebut saja Rudi, mengaku menjual sawah dan kebun warisan orangtua demi mengumpulkan uang Rp 150 juta. Dana itu untuk beli nomor urut 1 (saat belum ditetapkan pemilihan berdasar suara terbanyak) dan biaya kampanye. ”Eh, ternyata sekarang enggak pakai nomor urut lagi,” katanya.

Jorjoran

Sebenarnya, berapa sih dana kampanye? Menurut informasi dari para caleg, besarannya bervariasi, sesuai dengan level kursi yang dibidik. Caleg DPR rata-rata butuh sekitar Rp 1 miliar. Caleg DPRD provinsi perlu Rp 500-an juta, sedangkan DPRD kabupaten/kota lebih kurang Rp 200 juta.

Biaya besar itu cukup realistis. Ambil contoh, seorang caleg DPR menyosialisasikan dan mengampanyekan dirinya selama tiga bulan di satu daerah pemilihan (satu dapil rata-rata terdiri dari 600-an desa). Untuk honor koordinator tim sukses desa saja (dengan satu orang digaji Rp 200.000 per bulan), dibutuhkan Rp 360 juta. Biaya cetak 3.000 baliho plus pemasangannya Rp 600 juta (satu baliho Rp 200.000).

Ongkos bikin 10.000 kaus dan 100.000 poster sekitar Rp 100 juta. Dana untuk kegiatan sosial, seperti bakti sosial, kunjungan, silaturahmi, atau bingkisan bisa mencapai Rp 50 juta. Jadi, totalnya sekitar Rp 1,1 miliar. Belum lagi, uang yang dikeluarkan untuk memenuhi todongan ini-itu.

”Hitungan itu tidak mengada-ada. Saya sendiri menyiapkan dana Rp 2 miliar. Yang habis sudah Rp 1 miliar lebih,” kata Probo Yuniar Wahyudianto (54), caleg Partai Hanura untuk DPR dari Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Jika hitungan itu diakumulasi, jumlahnya lebih mengejutkan. Anggap saja masing-masing dari total 12.417 caleg DPR dan DPD mengeluarkan Rp 500 juta untuk kampanye, maka jumlahnya mencapai Rp 6,208 triliun. Seberapa besarkah itu? Bandingkan saja, dana bantuan tunai langsung (BLT) yang dicairkan Maret 2009 saja hanya Rp 3,7 triliun, atau sekitar separuhnya saja.

Kalau hitungan diperluas mencakup total dana kampanye semua caleg, tentu akumulasi dana kampanye nasional bakal lebih menyentak. Dengan biaya begitu besar, bagaimana kalau caleg itu nanti gagal?

”Pasti kecewa. Tapi, ini kan investasi politik. Setidaknya saya telah ikut memberi alternatif pilihan dari kalangan muda dan mendorong pendidikan politik,” kata TB Ace Hasan Syadzily (32), caleg Golkar untuk DPR dari Dapil Pandeglang-Lebak.

Sikap itu juga disiapkan Muh Musa Datuk, caleg PPD, jika ternyata upayanya meraih kursi DPR dari Dapil II DKI Jakarta kandas. Langkah legowo itu juga bakal diambil Zaini Rahman (36), caleg PPP untuk DPR di Dapil Jatim III. ”Saya tahu risikonya karena pernah kalah saat jadi caleg Pemilu 2004,” kata Zaini yang merelakan Rp 600-an juta untuk nyaleg kali ini.

Siapkah semua caleg bersikap legawo? Mungkin tak mudah menghadapi kekalahan setelah mengeluarkan dana begitu besar. Ingat saja Yuli Nursanto, pengusaha jasa transportasi yang kandas menduduki kursi bupati Ponorogo periode 2005-2010. Sulit menerima kenyataan dan dikejar-kejar utang untuk biaya kampanye, lelaki gempal itu akhirnya stres dan mencoba bunuh diri berkali-kali.

Namun, jika pun akhirnya terpilih, caleg yang sudah habis-habisan berkampanye sekarang ini sebenarnya juga agak rentan. Anggota legislatif terpilih nanti dikhawatirkan bakal lebih sibuk menutup biaya kampanye ketimbang bekerja memperjuangkan aspirasi rakyat. ”Karena keluar banyak modal, caleg terpilih pasti berusaha mengembalikannya. Itu logika dasar,” kata Sapari (47), penjual tempe di Pasar Jombang, Ciputat, yang akrab dengan hitungan dagang.

Transaksi

Pengamat politik dari Surabaya, Daniel Sparinga, menilai, enam bulan sosialisasi dan tiga minggu kampanye pemilu itu terlalu panjang sehingga membengkakkan biaya. Pada sisi lain, banyak anggota masyarakat yang masih miskin. Mereka sudah lama merasa diperah alias dieksploitasi oleh sistem politik dan diabaikan elite.

Nah, ketika ajang sosialisasi dan kampanye datang, masyarakat merasa dapat peluang untuk mencari uang. ”Kasarnya, mumpung elu masih caleg, gue eksploitasi duluan. Sebab, kalau elu sudah jadi elite, elu yang mengeksploitasi gue. Betapa kasihannya caleg sekarang, mereka being exploited,” katanya.

Daniel sendiri pernah menyaksikan pemuka agama mendagangkan doa dukungan untuk caleg. Warga juga berani meminta tambahan jika amplop yang diterima dirasa kurang. Jadi, politik sekarang benar-benar berdasarkan transaksi. Ibarat kata, elu dapat apa, gue dapat apa? Padahal, semestinya politik dibangun atas dasar kontrak antara pemilih dan legislatif

”Keadaan sekarang sudah edan, it has been extremely crazy.” (kompas.com-Minggu, 5 April 2009)


Caleg DEPRESI



Sebelum Pemilu tanggal 9 April berlangsung, banyak sekali tulisan di berbagai media massa tentang potensi caleg gagal yang akan mengidap depresi berat, stress, bahkan gila. Awalnya, saya menganggap tulisan-tulisan itu terlalu mengada-ada; terlalu membesa-besarkan isu. Di mata saya, mereka yang menjadi caleg adalah mereka yang sudah siap “kalah perang”.

Namun, belakangan saya mulai ragu–dan ternyata keraguan itu benar adanya. Ya, ragu ketika dua pekan terakhir menjelang Pemilu, saya kumpul-kumpul dengan beberapa caleg di Jateng, yang kebetulan berlatar belakang “anak orang kaya”. Ada, yang anak pensiunan jenderal, anak pengusaha jamu di Cilacap, dan sebagainya. Mereka, caleg tajir ini gelisah dengan perilaku caleg-caleg yang bukan berasal dari kalangan “the have” yang mencoba me-moroti duit mereka lantaran sudah mulai kehabisan bahan bakar kampanye di penghujung akhir masa-masa kampanye. Padahal, masa-masa injury time kampanye itu, merupakan masa-masa yang sangat menentukan sebelum “Hari H” pemilihan.

Para anggota tim sukses caleg-caleg tajir ini kemudian menamai para caleg dengan duit pas-pasan itu dengan sebutan ICMI, singkatan dari “Ikatan Caleg Melarat Indonesia” (maaf, bukan bermaksud menghina, melainkan hanya mengemukakan fakta yang ada di lapangan). Selanjutnya, izinkan saya untuk menyebut mereka dengan Caleg ICMI.

Oh ya, sebelum itu, perlu saya jelaskan: Mengapa tulisan ini hanya fokus pada caleg-caleg ICMI? Itu, lantaran karena pola pendanaan kampanye mereka sebagai caleg, yang cenderung terlalu memaksakan diri: menggadaikan properti, menguras tabungan, hingga berhutang. Berbeda dengan para caleg tajir, yang memang punya alokasi khusus untuk membiayai kampanye mereka. Jangankan Rp1 miliar, Rp 6 miliar pun mereka siapkan tanpa mengganggu arus cash flow keuangan rutin mereka. Jadi, jika pun gagal, tidak terlalu berpengaruh terhadap atmosfer kehidupan pascapemilu.

Berbeda, dengan caleg-caleg ICMI–yang kebanyakan bertarung di level DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota–jika gagal menjadi caleg. Tabungan terkuras, hutang menumpuk, dan sebagainya. Akhirnya, tidak sedikit dari mereka yang menjadi stress, depresi berat, bahkan menjadi gila. Kompas edisi ini menulis tentang caleg-caleg DPRD Kediri yang mengaku terang-terangan pinjam uang Rp 75 juta hingga Rp 100 juta dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Kompas juga menulis:

Sejumlah caleg asal Palembang, Sumatera Selatan, ramai-ramai jual mobil dan rumah. Beberapa dari Bogor, Jawa Barat, dan Pamekasan, Jawa Timur, menggadaikan barang berharga, seperti tanah dan perhiasan. “Saya terpaksa menggadaikan sertifikat rumah dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) mobil sedan,” kata Ali Wasiin, caleg DPRD Kabupaten Nganjuk dari PKB. Pengusaha agrobisnis itu sudah menghabiskan Rp 200-an juta untuk kampanye. Seorang caleg DPR Kabupaten Bantul, sebut saja Rudi, mengaku menjual sawah dan kebun warisan orangtua demi mengumpulkan uang Rp 150 juta. Dana itu untuk beli nomor urut 1 (saat belum ditetapkan pemilihan berdasar suara terbanyak) dan biaya kampanye. “Eh, ternyata sekarang enggak pakai nomor urut lagi,” katanya.

Kini, kekhawatiran media massa tentang caleg-caleg ICMI yang gagal dan kemudian depresi berat ternyata mulai terbukti. Di Tangerang, seperti diberitakan Tv-One di sini, seorang calon legislator daerah pemilihan Tangerang, di perumahan elit Alam Sutera Kunciran, stres dan marah-marah karena kalah dalam pemilu legislatif 9 April lalu. Sekitar pukul 17.00 WIB saat penghitungan suara dilakukan, seorang pria (40) yang merupakan caleg dari partai tertentu, terlihat frustasi saat mengatahui kalah dalam perolehan suara.

Dia merangkak di pinggir jalan dengan membawa-bawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang berlalu lalang, katanya kembalikan uang saya, kata caleg itu. “Ia diketahui kalah dalam perolehan suara, namanya ada di daftar pemilih tapi kalah dalam pemilihan,” kata salah seorang petugas KPPS Tedi, sabtu 11 April 2009.

Caleg ini mengalami stres berlebihan, hingga mengalami depresi. Sebab tingkah lakunya sudah seperti orang gila, dengan rambut yang masih klimis, dan hanya mengenakan celana pendek, bahkan menjadi bahan ejek anak-anak.

Warga yang menyaksikan ulah caleg aneh itu, tidak ada yang berani mendekat dan hanya melihat dari jarak kejauhan saja. “Bahkan sesekali ia melempari warga dengan cangkir sambil marah-marah,” tutur Tedi. “Saya tidak perlu sebut nama dan partainya tidak enak mas, yang jelas nama dia masuk daftar caleg,” ujar Tedi.

Sementara itu, seorang caleg Hanura di Bali diberitakan mendapat serangan jantung. Ia pun meninggal dunia. Kompas edisi ini menulis Ni Putu Lilik Heliawati (45), caleg nomor tiga Partai Hanura untuk DPRD Buleleng, meninggal dunia secara mendadak di rumahnya Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Heliawati diduga meninggal akibat serangan jantung setelah menerima telepon dari tim suksesnya bahwa perolehan suara yang bersangkutan tidak memenuhi harapan.

Bahkan, tak hanya caleg yang berpotensi stress. Di Medan sudah ada tim sukses caleg DPRD yang diberitakan mencoba bunuh diri (di sini).

Akhirnya, menanggapi mulai bermunculannya caleg ICMI yang stress, saya hanya bisa berkata: “Jika diibaratkan bahwa Pemilu adalah sebuah medan peperangan, semestinya para caleg itu harus sudah siap menerima resiko. Jika tak siap kalah, ya jangan maju dong. Atau, jika memang tak punya ‘dana perang’ cukup, ya ndak usah memaksakan diri dong.”

Semoga, fenomena ini menjadi pelajaran bagi Pemilu 2014, lima tahun mendatang. KPU, batasin dong jumlah caleg!!!



Stres, Depresi , Gila , Meninggal Akibat NYALEG




Sejak kampanye Resmi dibuka pada tanggal 16 Maret 2009, , pusing gag sih lo ngeliatin poster/baliho/spanduk yang berisikan caleg2 yang isinya minta diCONTRENG???.

Semua itu untuk menyambut pemilu legislatif 9 April Dan atribut mereka gag cuma 3-5, bahkan bisa 10-20an sepanjang jalan... Kasian rasanya ngeliat pohon2 dijalan dipantek buat masang poster2 para caleg2 itu... pika18 mengerikan...

Kira2 berapa yagh dana yg mereka abisin buat bikin atribut2 tersebut? Yuppi, kesiapan finansial merupakan syarat yang harus dipenuhi para caleg. Mereka harus rela mengeluarkan jutaan, ratusan juta bahkan mencapai miliaran rupiah untuk berbagai keperluan. Para caleg akan menguras tabungan, menjual tanah, menggadaikan barang berharga dan bahkan, harus rela pinjam sana-sini.

Dari puluhan ribu calon legislatif (caleg) yang diseleksi KPU, sebesar 11.868 orang yang lolos. Sebelumnya, jumlah caleg yang didaftarkan partainya ke KPU, berjumlah 14.020 orang. Berarti sebanyak 2.152 caleg yang dicoret oleh KPU. Pencoretan ini karena berbagai macam alasan. Antara lain karena amasalah administrasi dan tidak mau ditaro pada urutan bawah. star

Contoh simpelnya, di DKI Jakarta terdapat 2.268 calon anggota DPRD provinsi untuk 94 kursi, 606 calon anggota DPR untuk 21 kursi, dan 41 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk empat kursi saja. Perbandingan yang jauh, yang bisa lolos paling cuma sebagian kecilnya aja.

Dan bagaimanakah nasib mereka2 yang gag berhasil lolos??

kalo menurut prediksi gw, Opsinya adalah...
1. Setres
2. Depresi
3. Gila
4. Meninggal

Dan setelah gw liat berita, prediksi gw BENAR. Berikut ini gw beberin beberapa hasil penemuan gw tentang berita2nya mereka :

1. Kasus Setres
Calegnya stres karena diindikasikan telah menebar uang sebelum pemungutan suara pada salah satu TPS di wilayah Kecamatan Wanaraja, Garut. Namun, setelah dilakukan penghitungan suara, hasil sementara menunjukkan keok atau kalah telak sehingga sempat ditenangkan sekaligus diamankan pada Polsek setempat. Ck..ck..ck..

Sumber : http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/11/13035736/Caleg.Stres.Mulai.Bermunculan

2. Kasus Depresi
Dua hari menjelang pelaksanaan pemilu legislatif, dua orang pasien sudah menempati bangsal khusus ini. Seorang pasien pria berusia 30 tahun dan seorang lainnya perempuan berusia 38 tahun, istri seorang caleg yang berdomisili di Bandar Lampung. Keduanya diduga mengalami depresi karena takut angota keluarganya gagal terpilih sebagai anggota legislatif. Itu baru berita SEBELUM ketahuan hasilnya lhoOo...
apalagi kalo udah ketahuan yah?
Mengerikan... kaget

Sumber : http://www.indosiar.com/fokus/79481/rumah-sakit-jiwa-siapkan-bangsal-bagi-caleg-depresi

3. Kasus Gila
Kemaren gw nonton metro TV, ada beberapa caleg yang masuk ke panti rehabilitasi. Gambarnya lagi disiram sama air kembang. Kata naratornya karena sang caleg gagal tersebut udah ngeluarin uang sekitar 300jutaan buat kampanye. Dan pasien caleg gagal di panti rehab itu gag cuma satu lhoOo. Besar kemungkinan jumlahnya akan bertambah dari ketika gambar tersebut diambil. sayang gw lupa, dasrah mananya.
Wii... MENGERIKAN!!

4. Kasus meninggal
Seorang caleg Hanura, Putu Lilik Heliawati (42), Buleleng, Bali, meninggal dunia. Korban diduga menghembuskan nafas terakhir karena tidak meraih kursi pada pemilu legislatif 9 April 2009. Korban yang duduk sebagai caleg nomor urut 3 dapil Busungbiu untuk DPRD Buleleng itu meninggal pukul 22.00 wita, Kamis (9/4/2009). Ia juga menjabat sebagai sekretaris PAC Hanura di Busungbiu, Buleleng.

Sumber :
http://pemilu.detiknews.com/read/2009/04/10/142502/1113654/700/usai-perhitungan-suara-caleg-hanura-di-bali-meninggal

Ironis emang, para kontestan yang ikut kompetisi sebagai wakil rakyat dalam Pemilu, semuanya merasa yakin berhasil. Mereka jarang sekali yang siap tereleminasi dan legawa menerima kekalahan. Menurut para pengamat, hal ini bisa memicu timbulnya gangguan kejiwaan para caleg. Betapa tidak, mereka telanjur mengeluarkan dana yang cukup besar, ternyata gagal meraih kekuasaan. (dillaardasy.blogspot.com)


Caleg Hanura Meninggal Akibat Tidak Siap Kalah




Pemilu legislatif 2009 di Bali diwarnai duka. Seorang caleg Hanura, Putu Lilik Heliawati (42), Buleleng, Bali, meninggal dunia. Korban diduga menghembuskan nafas terakhir karena tidak meraih kursi pada pemilu legislatif 9 April 2009.

Korban yang duduk sebagai caleg nomor urut 3 dapil Busungbiu untuk DPRD Buleleng itu meninggal pukul 22.00 wita, Kamis (9/4/2009). Ia juga menjabat sebagai sekretaris PAC Hanura di Busungbiu, Buleleng.

Kabar meninggalnya korban sangat mengejutkan. Pasalnya, siang hari saat penyontrengan, Lilik sempat memantau beberapa TPS serta berdiskusi dengan teman-temannya sesama caleg. Bahkan, ia sempat berdiskusi dengan Ketua DPD Hanura Bali Gede Ngurah Wididana.

Namun petaka terjadi pada malam hari saat Lilik menerima telepon dari salah seorang tim sukses yang melaporkan perolehan suara yang diraihnya. Tak lama setelah menerima telepon, Lilik tiba-tiba terkuali lemas.

Kerabatnya segera melarikan korban ke RSUD Singaraja. Namun nyawanya tak tertolong karena korban meninggal pukul 23.00 wita di rumah sakit.

"Mungkin saja ia lemas karena kecapekan. Ia sejak kampanye sangat aktif keliling. Korban saat muda memiliki riwayat sering pingsan," kata Wididana. Hasil pemeriksaa dokter disebutkan, korban mengalami hipertensi. Rencananya korban akan dimakamkan Jumat (10/4/2009) sore nanti.


Caleg Stres , Gara-gara Hanya Dapat 5 Suara




Dampak kekalahsn pemilu tak hanya berimbas kepada sang caleg yang sudah memertaruhkan hal-hal penting untuk mendongkrak popularitasnya dan meraih suara, namun gagal.

Diduga kesal dengan raihan suara di tempat tinggalnya minim, salah seorang calon legislatif IS menutup jalan desa Pinggirsari Kecamatan Sukawening, dengan menggali aspalnya.

Penutupan jalan yang menghubungkan Kecamatan Sukawening dengan Pangatikan itu dilakukan beberapa jam setelah penghitungan suara.

IS marah-marah lantaran perolehan suaranya hanya mencapai lima suara. Bahkan di TPS-nya sendiri, IS sama sekali tidak memperoleh suara alias nol.

Dindin, salah seorang petugas piket kantor Kecamatan Sukawening baru mengisahkan kejadian tersebut sabtu (12/4).

Dikatakannya, penutupan jalan dilakukan IS begitu dia melihat hasil perolehan suara di beberapa TPS

“Laporan yang kami dengar, dia melakukan penutupan jalan (Sukawening-Pangatikan) dengan setelah melihat hasil perolehan suara. Bahkan keesokan harinya dia menutup badan jalan dengan cara menggalinya,” ujarnya seperti yang dilansir Radar.

Perbuatan IS itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaannya terhadap warga, karena tidak ada satu pun yang mencontreng dirinya. Akhirnya ia melampiaskan kekesalannya itu dengan cara yang tidak terpuji.

Akibat ulah yang dilakukan Iip, warga merasa resah. Kemudian warga melaporkannya ke pemerintah kecamatan dan kepolisian setempat.

“Setahu saya, kasus tersebut sudah ditangani aparat kepolisian,” tambahnya.

Kasatreskrim Polres Garut AKP Oon Suhendar membenarkan kejadian penutupan jalan yang dilakukan salah seorang caleg tersebut.

“Benar, kami mendapatkan laporan adanya penutupan dan penggalian badan jalan oleh seorang caleg yang tidak puas. Tapi setelah kita datang itu dapat diselesaikan di tingkat polsek secara kekeluargaan,” katanya. (rakyatmerdeka.co.id)