----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Pidato Perpisahan---Pidato Singkat---Pidato Kepramukaan---Pidato Sekolah---Pidato Pembukaan---Pidato Resmi
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jumat, 25 Juni 2010

Contoh Pidato Kenakalan Remaja | Keluarga Tempat Pertama Untuk Bersosialisasi

Pada kesempatan yang membahagiakan ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan penyertaan-Nya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul pada hari ini.

Saya juga berterima kasih kepada Ibu Ika atas bimbingan dan kemurahan hati beliau selama proses pembuatan naskah ini. Tak lupa saya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi teman-teman dalam kesempatan yang berharga ini.

Teman-teman yang tercinta, pada zaman sekarang ini, tingkah laku anak-anak semakin tidak terkontrol. Banyak remaja putra yang lebih senang menghabiskan malam minggu di diskotek dengan mabuk-mabukan atau bermain game sampai menginap di warnet.

Remaja putri pun banyak yang terkena silaunya ‘dunia gemerlap’ itu. Beragam masalah tersebut membuat kita tidak lagi heran apabila ada orang tua yang mengeluhkan sikap anaknya. Keluhan para orang tua ini wajar-wajar saja karena keluhan mereka didasarkan atas kekhawatiran mengenai masa depan anaknya.

Mungkin teman-teman menilai contoh kenakalan remaja yang saya sebutkan tadi terlalu fantastis dan tidak sesuai dengan kehidupan teman-teman.

Oleh karena itu, mari kita ambil sebuah contoh keluhan orang tua yang kerap kita dengar pada waktu penerimaan rapor. Setelah melihat rapor anaknya yang biasa-biasa saja, seorang ibu mengatakan “Duh, anak saya nakal sekali. Sering membolos sampai-sampai banyak angka nol di ulangannya.” lalu sampai di rumah biasanya si ibu akan meneruskan keluhannya kepada si anak, “Coba kalau kamu seperti Daniel itu, pintar dalam olahraga dan pelajaran.”

Coba teman-teman sekalian berpikir, bagaimana perasaan si anak? Si Ibu benar dalam hal kekhawatirannya akan masa depan si anak. Akan tetapi, kata-kata yang ibu itu ucapkan sungguh akan menghancurkan mental si anak, apalagi jika diucapkan berulang-ulang selama bertahun-tahun.

Jika dibanding-bandingkan begitu terus, siapa yang tidak rendah diri? Si anak kemudian merasa ia adalah orang gagal yang tidak akan pernah berhasil dan tentu saja, dengan memelihara pikiran itu, si anak akhirnya sungguh tidak akan pernah sukses.

Setelah beranjak dewasa, si anak mungkin telah mencapai aktualisasi diri yang optimal dan berhasil mengusir segala pemikiran negatif yang telah mengendap sejak kecil. Namun, resiko terburuknya, apabila si anak tidak dapat mengusir pemikiran negatif akibat tindakan ibunya itu maka ia akan menjadi pribadi yang labil akibat tidak memiliki rasa percaya diri.

Si anak akan mudah putus asa bila menghadapi kegagalan dan akhirnya mudah terjerumus pada hal-hal yang negatif. Kalau sudah jadi begini, siapa yang disalahkan orang tua? Tentu saja, si anak lagi. Kalau tidak, ya gurunya. Kadang orang tua tidak menyadari bahwa setiap tindakan yang mereka lakukan merupakan dasar terbentuknya sifat-sifat si anak. Namun, boleh jadi, kenakalan putra-putri mereka adalah akibat dari kesalahan orang tua dalam proses sosialisasi di masa kecil. Apa itu sosialisasi, teman-teman?

Sosialisasi merupakan suatu proses dimana seseorang mempengaruhi orang lain karena adanya interaksi. Orang yang saling berhubungan dan mempengaruhi orang tersebut berperilaku disebut agen sosial.

3 agen sosial terpenting adalah orang tua, saudara kandung dan kelompok bermain. Setiap agen sosial tersebut akan menentukan perbedaan dalam proses sosialisasi anak. Pengaruh paling besar selama perkembangan anak pada lima tahun pertama kehidupannya terjadi dalam keluarga.

Orangtua, khususnya ibu, mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian anak karena kepribadian orang tua sangat besar pengaruhnya pada pembentukan pribadi anak.

Menurut hasil penelitian di Amerika menunjukkan bahwa seorang ibu yang memperlakukan anak dengan kasar, baik fisik maupun verbal akan menghasilkan pribadi anak yang cenderung kasar. Oleh karena itu, untuk menghasilkan individu yang berkualitas baik, keluarga amat berperan dalam mensosialisasi nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat dimulai dari masalah kecil yang terjadi dalam keluarga sesuai tahap perkembangan usia anak.

Mungkin sebagian dari teman-teman ada yang telah mengetahui sosialisasi, tetapi mungkin teman-teman masih asing mengenai bagaimanakah proses sosialisasi itu terjadi pada anak dan apa yang harus dilakukan pihak keluarga? Ada 3 hal yang sangat penting, yang dapat menentukan pribadi anak-anak dan juga masa depan mereka yaitu :

o Pengkondisian

Anak ialah manusia yang pasif dalam sosialisasi, jadi sebagian besar tingkah lakunya diciptakan oleh orang tua melalui proses ini. Anak akan mempertahankan perilaku tertentu bila apa yang dilakukan mendapat imbalan. Sebaliknya, anak akan menghindari perilaku tertentu bila ternyata apa yang diperbuat akan mendapat hukuman.

o Permodelan / Imitasi

Jika sekedar meniru aspek luar, proses imitasi akan berlangsung cepat. Sebaliknya, jika anak menginginkan dirinya identik dengan tokoh idolanya, peniruan akan lebih mendalam sehingga di sini orang tua dan keluarga perlu memberi contoh perilaku yang baik bagi anaknya.

o Internalisasi

Cara mempersyaratkan anak dengan sukarela untuk menyadari bahwa ada berberapa hal (seperti norma, nilai dan tingkah laku) memiliki makna tertentu yang berharga bagi dirinya atau bagi masyarakat kelak untuk dijadikan pedoman atau tindakan yang lama kelamaan akan menjadi bagian dari kepribadiannya.

Teman-teman yang berbahagia, pengalaman sosialisasi anak pertama kali diperoleh di dalam rumah maka keluargalah yang paling tepat menentukan terjadinya proses sosialisasi. Teman-teman sekalian, meskipun kita masih belum berkeluarga dan memiliki anak sendiri, tetapi bila kita telah berkeluarga nanti, janganlah teman-teman lupa melupakan hal ini. Sebab, sosialisasi merupakan dasar dalam rangka membentuk pribadi yang bertanggung jawab, mandiri, kreatif dan hormat. Dan jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena hal ini menentukan masa depan anak-anak kita.

Teman-teman sekalian, sekian pidato yang saya sampaikan pada hari ini. Saya mohon maaf apabila ada perkataan saya yang kurang berkenan di hati teman-teman. Saya sangat berterima kasih atas partisipasi teman-teman dan informasi ini dapat menyiapkan pemahaman teman-teman ketika sudah waktunya berkeluarga nanti. Sekian dan terima kasih.
(http://bellemorph.wordpress.com/)

1 komentar:

  1. aku minta yang bertema keluarga ada ga ????

    BalasHapus

Judul-Judul Pidato Pilihan :

  1. Dies Natalis SMAN 1 Kesamben Tuntutan Globalisasi
  2. Sambutan Camat Pada Rapat Desa Melalui Gotong-royong Segala Kesulitan Bisa Teratasi
  3. Acara Rutin Mingguan SMAN 1 Garut Kita Harus Mandiri
  4. Acara Rutin Mingguan SMAN 21 Semarang Membangun Semangat Muda
  5. Contoh Pidato Acara Rutin Mingguan SMKN 10 Subang Berbakti Kepada Orang Tua
  6. Pidato Pertemuan Rutin Bulanan SMAN 2 Cikarang Pusat Bekasi Jiwa Mandiri Kunci Harga Diri
  7. Pidato Pertemuan Rutin Bulanan SMAN 5 Jakarta Menjadi Generasi Muda Pembawa Perubahan
  8. Pidato Pembinaan Rutin Bulanan SMAN 17 Batam Mari Bangun Semangat Belajar Kita
  9. Pidato Pembinaan Rutin Mingguan SMAN 5 Bandung Membangun Semangat Belajar Menggapai Prestasi
  10. Pidato Pembinaan Rutin SMAN 1 Semarang Mari Bangun Karakter Secara Positif
  11. Pidato Perpisahan oleh Perwakilan Siswa Kelas 3 SMP Lanjutkan Sekolah dan Raih Cita-citamu
  12. Contoh Pidato Tema Reboisasi Anjuran Menanam 1000 Pohon
  13. Contoh Pidato Pada Hari Pendidikan Nasional Bangkitkan Semangat Pendidikan Nasional
  14. Pidato SD Negeri 5 Bangkalan Indahnya Memiliki Sopan Santun
  15. Pidato Perpisahan oleh Siswa SMP 2 Surabaya Jadi Juara Berkat Jerih Payah
  16. Pidato Perpisahan oleh Wakil Siswa Kelas 3 SMP 33 Jakarta Raih Pendidikan Lebih Tinggi Raih Cita-cita
  17. Pidato Perpisahan Sekolah SMPN 15 Batam Kejarlah Cita-Citamu
  18. Pidato Perpisahan Kelas 6 SDN 1 Jakarta Giatlah Belajar dan Raih Cita-citamu Setinggi Mungkin
  19. Pidato Perpisahan Murid SDN 1 Bengkulu Buang Penyesalan Perbaiki Masa Depan
  20. Pidato Perpisahan oleh Wakil Siswa kelas 3 SMAN 1 Cilegon Waktu Tak Dapat Diputar Jangan Sia-Siakan
  21. Contoh Pidato Sambutan Kepala Desa Pada Rapat Desa Informasi Sangatlah Penting Untuk Kemajuan
  22. Contoh Pidato Sambutan Pada Pembukaan Diskusi Kelompok Manfaat Bioteknologi
  23. Contoh Pidato Sambutan Pada Sidang Pembukaan Pemilihan Ketua Prestasi Bisa Dicapai Berkat Keuletan dan Ketangguhan
  24. Contoh Pidato Upacara Rutin SMAN 2 Cikarang Pusat Bekasi Jadilah Pemuda Sukses
  25. Contoh Pidato Rutin SMPN 1 Bekasi Membangun Harapan Membangun Keberhasilan
  26. Contoh Pidato Upacara Rutin SMAN 2 Cikarang Pusat Bekasi Pemuda Taruhan Bangsa
  27. Contoh Pidato Upacara Rutin SMAN 1 Tasikmalaya Membangun Perubahan dan Mencapai Kesuksesan
  28. Contoh Pidato Upacara Rutin SMAN 12 Tasikmalaya Belajarlah Berani Bertindak Untuk Keberhasilan Masa Depan
  29. Contoh Pidato Pembinaan Rutin SMA Negeri 8 Bekasi Mari Bangun Karakter Secara Positif
  30. Contoh Pidato Upacara Hari Senin SMA Negeri 15 Jakarta Bermimpilah Besar dan Pegang Kuat-Kuat Hingga Berhasil